Langsung ke konten utama

Postingan

Percobaan Membuat Play Dough dan Pasir Mainan

Sebelumnya salah satu temanku membicarakan tentang pasir kinetik yang sedang booming di pasaran. Di beberapa pusat perbelanjaan dikenakan tarif 25-30 ribu / jam untuk bermain di tempat, sedangkan untuk membawanya pulang seember sekitar 200-300 ribu. Sebagai ibu yang selalu berpikir ekonomis tentu harga segitu cukup mahal bila untuk membeli mainan yang dari pengalaman sebelumnya hanya tercecer kemudian ikut tersapu dan terbuang. Kemudian temanku mengajak untuk membuat pasir mainan sendiri, bahannya mudah sekali, hanya tepung sagu, pewarna makanan dan baby oil. Dan dia sudah berhasil mempraktekkannya. Aku jadi tertarik untuk mencoba membuatnya, tapi setelah dicari ternyata baby oilnya tidak ketemu, akhirnya aku memutuskan untuk menggunakan air saja, sebelumnya aku sempat menemukan turitorial membuat pasir mainan menggunakan air tanpa minyak. Percobaan pertama : Waktu eksekusi tiba, aku sudah menyiapkan 250 gr tepung sagu, pewarna makanan cair merk Koepoe-Koepoe dan air. Aku mencam...

Review NMW Skincare

Hari ini aku mencoba untuk kembali ke NMW Skincare Ciputat. Sebelumnya aku sudah pernah konsultasi dan menggunakan krimnya Desember 2016. Awalnya, muka jadi agak gelap dan terasa agak kering kurang lebih 3 minggu, setelah itu wajah mulai membaik dan lebih cerah. Setelah pemakaian 2 bulan mulai muncul bintik merah seperti digigit nyamuk di wajah, awalnya cuma satu, tapi lambat laun bertambah hingga 4-5 bintik merah, wajah juga jadi terasa agak perih. Waktu itu aku mulai mengurangi pemakaian hingga akhirnya berhenti tanpa melakukan konsultasi lagi, Saat aku berhenti pakai tidak ada efek buruk seperti yang ditakutkan bila berhenti dari pemakaian krim dokter, so far so good. Bintik merah tidak muncul lagi, perih pun hilang, komedo di hidung tidak sebanyak dulu sebelum pemakaian, dan wajah masih cukup cerah. Namun, karena akhirnya aku memilih tidak menggunakan skincare apapun, akhirnya kulit wajahku jadi terasa sangat kering saat menghadapi cuaca yang ekstrim kayak sekarang. Wajahku mem...

Aku Tahu, Kau Tidak Tidur, Tuhan

Saat malam datang dan gelap menyelimuti dunia kala seluruh makhluk sedang terlelap dalam tidurnya hanya hewan malam yang sedang berjaga sunyi, senyap, tanpa suara aku tahu, Kau tidak tidur, Tuhan Tuhan, malam ini ijinkan aku untuk sedikit mengeluh pada-Mu Aku tidak akan menjadi lemah Aku akan menjadi hamba kebanggaan-Mu Tapi, saat ini hatiku sedang terluka dan ini terasa cukup sakit Aku hanya butuh pelukan hangat-Mu untuk meredam rasa sakitnya Aku yang sedang bingung kemana harus melangkah Aku yang tidak tahu lagi bagaimana untuk menjadi bahagia Aku yang tidak bisa percaya lagi akan segala janji yang dibuat oleh manusia Aku yang sudah terlalu letih bahkan untuk membuka mata menghadapi dunia Tapi satu hal yang aku tahu, Aku masih memiliki-Mu, Tuhan Aku masih memiliki-Mu sebagai tempatku bersandar Hanya janji-janji-Mu yang aku percayai Hanya Engkau yang menjadi semangatku untuk menjalani hidup Karena Engkau yang memintaku untuk bahagia, maka aku akan tersenyum untuk...

Hidup adalah Belajar

Hidup adalah belajar, maka ketika orang berhenti untuk belajar mereka sama saja orang mati. Kenapa aku berkata begitu? Sederhana saja, waktu tak pernah berhenti berdetak, dunia tak pernah berhenti bergerak dan manusia tidak pernah berhenti berpikir dan berinovasi. Selalu saja ada hal-hal baru yang muncul di dunia ini. Jaman dulu, manusia hanya dapat mengandalkan buku untuk mencari informasi, membutuhkan banyak waktu untuk membuka halaman per halaman, dan membacanya satu demi satu. Saat ini, dengan perkembangan tekhnologi, buku mulai digantikan oleh perangkat digital. Hanya dengan mengetik kata kunci, maka kita dapat dengan cepat menemukan informasi yang kita dibutuhkan. Sangat membantu untuk menghemat waktu dan tenaga. Ketika dulu manusia hanya bisa berkirim kabar menggunakan pos, saat ini kita dimudahkan dengan adanya smartphone yang sepertinya sudah menjadi barang wajib bagi manusia di dunia ini. Kita dapat melakukan panggilan telepon, mengirim pesan instan bahkan melakukan pang...

Raka, Semut dan Remahan Coklat

Suatu siang yang terik, kami berada dirumah hanya berdua saja. Raka baru saja menghabiskan sebungkus snack coklat kesukaannya saat aku selesai membersihkan piring kotor, kemudian kami bermain bersama. Tiba-tiba Raka menggulingkan box mainannya hingga seluruh mainannya tercecer di lantai, kemudian berlari mendekati pintu sambil memegang mobil-mobilannya. Aku hanya menggelengkan kepala sambil menghembuskan nafas melihatnya tertawa jahil kearahku, dan sedikit demi sedikit memasukkan lagi mainan Raka yang tercecer di lantai. "Mama, apa ini mah?" tiba-tiba Raka berjongkok sambil menunjuk ke arah lantai aku mengamati ke objek yang dimaksud "Oh, Itu kan semut, Ka" jawabku santai "Bawa apa itu dia?" tanyanya lagi "Dia bawa remahan coklat yang kamu makan tadi" Aku kembali memasukkan mainannya ke dalam box satu demi satu "Mama, mana semutnya tadi?" Raka kembali bertanya kepadaku "Ehmm.." aku mengamati beberapa semut yang ...

Sebuah Permohonan untuk Wanita Itu

Wanita itu, adalah seorang anak yang sangat dicintai oleh orang tuanya Wanita itu, telah dididik dengan sebaik-baiknya oleh ibunya Wanita itu, demi rasa cintanya pada anakmu, meninggalkan orangtua yang telah memberinya milyaran cinta yang bahkan melebihi cinta anakmu pada dirinya Wanita itu, telah menahan sakit demi bisa bertahan di sisi anakmu Wanita itu, merelakan semua yang dia miliki demi hidup dengan baik bersama anakmu Wanita itu, meluruhkan ambisinya demi bisa merawat anak dan cucumu dengan seluruh jiwa dan raganya. Wanita itu, yang selalu berada di sisi anakmu bahkan saat anakmu terpuruk dan jatuh di tempat yang paling dalam Wanita itu, yang kau anggap telah merenggut anakmu dari pelukanmu Wanita itu, yang kau hina karena tidak sesuai dengan keinginan hatimu Wanita itu, yang kau anggap telah merusak anakmu karena tak bisa lagi menghabiskan liburan bersamamu Wanita itu, yang kau kira terlalu banyak menuntut anakmu dengan mimpi-mimpi bodohnya Wanita itu, yang kau angg...

Membuat Boneka Jari (Jerapah) dari Kain Flanel

Raka lagi suka banget sama lagu finger family. Aku jadi kepikiran untuk membuat boneka jari untuknya. Setelah mencari tau cara membuatnya di internet, sepertinya tidak begitu rumit. Untungnya bahan-bahannya pun masih tersedia di rumah. Aku memilih membuat jerapah karena sesuai dengan warna kain flanel yang tersedia dirumah. Begini cara membuatnya : Boneka Jari Jerapah Bahan-bahan : - Kain Flanel (Putih, Coklat, Kuning) - Benang sulam (Kuning) - Jarum - Gunting - Lem ( Lebih baik menggunakan lem tembak, berhubung dirumah persediaannya sedang habis maka aku pakai lem fox) - Dakron - Kertas dan pesil (untuk membuat pola) - Jarum Pentul Cara membuat : +/- 1 jam untuk membuatnya 1. Buat Pola pada kertas kemudian gunting sesuai pola 2. Tempelkan pola pada kain flanel gunakan jarum pentul agar tidak lepas, gunting kain flanel mengikuti pola, bagian leher dan kepalanya dibuat dua rangkap. 3. Tempelkan terlebih dahulu bagian-bagian yang ada di kepala menggunakan lem un...